"hari ini last-day promo go-food,"
"just info? atau mau traktir?"
"hmm, opsi pertama,"
"kok gitu?"
"ya harus nya gimana?"
"barangkali mau ngasih, minimal Starbucks, gitu?"
" excuse me, 'minimal' yang lo bilang, 'maksimal' yang biasa gue pesen. standar gue ga tinggi amat kayak lo. nggak ada, nggak ada. traktiran ditolak,"
"ya, maap deh,"
"lagian, lagi ga mood gue,"
"sama Starbucks? kemahalan? gue beliin deh kali ini, biar lo ga sensi amat lagi,"
"nggak gitu, nggak sama Starbucks doang. yang biasa pada jual minuman yang bisa request nama,"
"lah? kenapa emang?"
"suka keliru nulis nama, padahal pen gue post di sg,"
"yeu, durhaka lo wkwk. ga direstuin berarti sama 'yang di atas'. Lagian punya nama susah bet, si?"
"tau dah. takdir,"
"gue tau nama yang lebih gampang diinget dan diucapin, malah nggak bakal ada barista yang keliru nulis di gelas tiap lo nyebut nama"
"apaan?"
"kesayangan gue"
"dasar!"
"hehehe. canda. tapi kalo beneran, gue serius"
"..."
"hmm. sensi nya masih ada ga,nih?"
"kenapa? gue yang sensi, kok, lo yang repot? pacar aja bukan,"
"ngarep, nih?"
"gak ah, basi,"
"canda doang, elah. di tempat biasa, kuy?"
"hmm, lo traktir?"
"yaelah, niat awal gue yang minta,"
"hm, yaudah batal."
"ok ok, budalll."
-2 Feb'20-
Komentar
Posting Komentar